Minggu, 30 Agustus 2015

Keutamaan Membaca Al Qur'an

5.  Keutamaan Membaca Al Qur'an

💎Allah akan sempurnakan pahala mereka Dan menambah  karunia-Nya kepada mereka.
Dalil: (Fathir:29-30)

🌸Menjadi sebaik-baik manusia.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
ُ“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya"
(HR. al-Bukhari dalam Shahih-nya dari hadits Utsman ibnu Affan رضي الله عنه).

🍃Menjadi Pemberi syafaat Bagi yang membacanya.
اقْرَؤُوْ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya.”
(HR. Muslim)
Dari hadits Abu Umamah al-Bahili

🌸Suatu hari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كل يوم إِلَى بُطْحَانَ –وَادِي فِي الْمَدِيْنَةِ– أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ فَيَأْتِي مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِي غَيْرِإِثْمٍ وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ؟ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، نُحِبُّ ذلِكَ. قَالَ: أَفَلَا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ k خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلاَثٌخَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ،وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الْإِبِل
ِ“Siapa di antara kalian suka pergi setiap pagi harinya ke Buthhan—sebuah wadi/lembah yang ada di Madinah—atau ke Aqiq lalu ia pulang dari tempat itu membawa dua unta betina yang besar tanpa melakukan dosa dan memutus hubungan rahim?” Kami menjawab, “Wahai Rasulullah, kami menyukai hal tersebut.” Beliau bersabda, “Tidakkah salah seorang dari kalian pergi ke masjid lalu di sana ia mempelajari atau membaca dua ayat dari Kitabullah , itu lebih baik baginya daripada dua unta. Tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, empat ayat lebih baik daripada empat unta. Dan lebih baik daripada hitungan/jumlah yang sama dari unta.”
(Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dalam Shahih-nya dari hadits Uqbah bin Amir رضي الله عنه)

🌸 Dalam hadits Ibnu Mas’ud رضي الله عنه disebutkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَة، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka ia akan beroleh satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali kebaikan.”
(HR. at-Tirmidzi dalam Sunan-nya, disahihkan al-Imam al-Albani رحمه الله dalam Shahih at-Tirmidzi dan Shahih al-Jami’ ash-Shaghir)

Maraji'
http://asysyariah.com/pahala-membaca-hadits-nabi/

🌸Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan ia mahir membacanya maka ia bersama safarah kiram bararah. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan tergagap-gagap dan terasa berat/sulit baginya maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

〰Safarah kiram bararah adalah para malaikat yang mulia, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :
“Dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan, ditinggikan lagi disucikan. Yang berada di tangan para malaikat yang mencatat, yang mulia lagi berbakti.” (‘Abasa: 13-16)

Maraji':
http://asysyariah.com/cara-menghafal-al-quran/

〰💐💎 Sebuah motivasi Bagi yg baru belajar tajwid atau baru belajar membaca Al Qur'an💎💐〰

🎁🎁2 pahala Bagi yang membaca Al Qur'an terbata-bata

💦Kesusahan yang mereka alami ketika membaca dan menghafal Al-Qur’an akan mendapatkan pahala. Ummul Mukminin ‘Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda:

الَّذِيْنَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ فِيْهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِيْنَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ شَاقٌّ عَلَيْهِ لَهُ أَجْرَان
ِ“Seseorang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir, ia bersama malaikat yang diutus, yang mulia lagi senantiasa berbuat taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan kesulitan akan mendapatkan dua pahala.”
(HR. al-Bukhari no. 5027 dan Muslim no. 798)

👍👍Orang yang mahir membaca Al-Qur’an adalah orang yang bagus dan kokoh bacaannya. Orang seperti ini bersama para malaikat utusan Allah yang mulia lagi senantiasa berbuat taat.

👍Adapun orang yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an, yaitu orang yang membaca dengan mengeja dan mengalami kesusahan dalam membacanya, dia akan mendapatkan dua pahala. Pahala yang pertama untuk bacaannya, pahala yang kedua untuk kepayahan dan kesusahannya.
(Syarhu Riyadhish Shalihin, 3/161)

Tentang Keutamaan Membaca Al Qur'an

🌸 diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari  bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda

:مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَّةِ: رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ: لاَ رِيْحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيْحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ“

👍Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an itu seperti buah utrujjah, baunya wangi, dan rasanya pun lezat.

💦 Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma; tidak punya bau namun rasanya manis.

👎 Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an seperti minyak wangi’ baunya wangi tetapi rasanya pahit.

× Perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzhalah, tidak berbau dan rasanya pun pahit.”
(HR. al-Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 797)

Al-Imam an-Nawawi رحمه الله  menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang menghafal Al-Qur’an.
(al-Minhaj, 6/83)

🌸Keutamaan lain di akhirat kelak akan didapatkan oleh seorang hamba yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.

🌙 Diriwayatkan oleh Abu Hurairahz رضي الله عنهdari Rasulullah صلى الله عليه وسلم beliau mengatakan:

يَجِيْءُ صَاحِبُ الْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُوْلُ: يَا رَبِّ حَلِّهِ. فَيُلْبَسُ تَاجُ الكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا رَبِّ زِدْهُ. فَيُلْبَسُ حُلَّةُ الكَرَامَةِ، ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا رَبِّ أَرْضَ عَنْهُ، فَيُرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَارْقَ وَيُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً“

Akan datang pembaca Al-Qur’an nanti pada hari kiamat, lalu dia mengatakan, ‘Wahai Rabbku, berilah perhiasan!’ Dipakaikanlah padanya mahkota kemuliaan. Kemudian dia mengatakan, ‘Wahai Rabbku, tambahilah!’ Lalu dipakaikan padanya pakaian kemuliaan. Kemudian dia mengatakan, ‘Wahai Rabbku, ridhailah!’ Dia pun diridhai. Lalu dikatakan padanya, ‘Bacalah dan naiklah!’ Dan ditambahkan setiap satu ayat satu kebaikan.”

(HR. at-Tirmidzi no. 2915, dihasankan oleh al-Imam al-Albani رحمه الله dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)

🌙Sahabat yang lain, Abdullah bin ‘Amr  juga meriwayatkan dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْقَ وَرَتِّلْ كَمَاكُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُهَا

Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an (ketika masuk surga),
“Bacalah dan naiklah! Bacalah dengan tartil sebagaimana dahulu engkau membacanya dengan tartil di dunia, karena kedudukanmu sesuai dengan akhir ayat yang engkau baca.”
(HR. at-Tirmidzi no. 2914)

Maraji':
http://asysyariah.com/menghafal-kitabullah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar